Prudential Luncurkan Layanan Aplikasi Digital

Prudential Luncurkan Layanan Aplikasi Digital

Group Chief Executive, Prudential Plc Tidjane Thiam bersama petinggi Prudential lainnya melakukan toast, dalam rangka 15 tahun beroperasi Prudential Indonesia, di Jakarta, November Tahun lalu. Group Chief Executive, Prudential Plc Tidjane Thiam bersama petinggi Prudential lainnya melakukan toast, dalam rangka 15 tahun beroperasi Prudential Indonesia, di Jakarta, November Tahun lalu.

JAKARTA– PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) meluncurkan layanan aplikasi digital yang disebut PRUAccess Mobile dan “What Your Number” dalam upaya memberikan layanan terbaik kepada nasabah.

Direktur Komunikasi dan Pemasaran, PT Prudential Indonesia, Nini Sumohandoyo dalam keterangan pers di Jakarta, Senin mengatakan, inovasi ini menunjukkan upaya perusahaan itu mempertahankan posisinya dalam industri tersebut.

“Prudential sangat serius dalam pengembangan teknologi maupun kemudahan bagi nasabah agar mereka merasa aman dan nyaman dalam menginvestasikan dananya,” katanya.

Nini mengatakan, PRUaccess mobile adalah sebuah pengembangan lanjutan dari aplikasi situs PRUaccess yang telah diluncurkan pada 2008.

Aplikasi ini dirancang untuk meningkatkan pengalaman nasabah dalam memperoleh akses dan informasi terkini yang berkaitan dengan polis asuransi mereka secara cepat.

“Program itu memungkinkan nasabah untuk memantau dan mendapatkan berbagai informasi seperti total premi, tanggal jatuh tempo premi, harga unit premi, penerima manfaat, metode pembayaran, status transaksi dan profil tenaga pemasaran serta perangkat ponsel mereka,” tuturnya.

Menurut Nini, Prudential mendorong para nasabahnya agar terdaftar sebagai pengguna PRUaceess dan didukung PRUaccess Mobile, sehingga mereka dapat memanfaatkan semua data yang tersedia secara online.

Sementara “What Your Number?,” merupakan sebuah aplikasi ponsel yang memungkinkan pengguna menghitung keperluan dana pensiun sehingga dapat menikmati masa pensiun sesuai dengan standar gaya hidup mereka.

Produk Syariah Terbaik 2011

Institusi & Produk Syariah Terbaik 2011 versi Majalah Investor

JAKARTA –  Majalah Investor memberikan Best Syariah Awards 2011 kepada 11 institusi keuangan syariah terbaik, delapan produk keuangan syariah terbaik dan 3 tokoh syariah dalam acara Penganugerahan Investor Syariah Award 2011 di Sumba Room, Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (3/8) malam.

PT Bank Syariah Mandiri (BSM) dinobatkan menjadi bank syariah terbaik 2011. Pada unit usaha syariah (UUS) perbankan, BPD Aceh menempati urutan teratas untuk kategori UUS beraset di atas Rp 500 miliar. Untuk UUS terbaik beraset di bawah Rp  500 miliar dimenangkan UUS BPD Kalimantan Selatan.

Penghargaan juga diberikan untuk asuransi jiwa syariah terbaik dan asuransi umum syariah terbaik. Allianz Life Indonesia dan Asuransi Jiwa Sinarmas meraih award sebagai unit usaha asuransi jiwa syariah terbaik. Sedangkan Asuransi Jasa Indonesia, Asuransi Bangun Askrida, dan Asuransi Mega sebagai pengelola unit usaha asuransi umum syariah terbaik. Reasuransi Internasional Indonesia meraih penghargaan untuk reasuransi cabang syariah terbaik.

Investor juga memeringkat multifinance syariah dan multifinance unit syariah. Untuk kategori multifinance syariah dimenangkan Amanah Finance, dan Trust Finance Indonesia  sebagai unit usaha multifinance syariah terbaik.

Dalam pemeringkatan obligasi dan reksa dana syariah, tim juri Investor Syariah Award  dan Litbang Majalah Investor dibantu PT Infovesta Utama,  lembaga riset reksa dana dan obligasi. Hasilnya, produk syariah yang meraih penilaian tertinggi berdasarkan kinerja fundamental dan risk adjusted return adalah obligasi  Sukuk Ijarah I Summarecon Agung Tahun 2008 dan  Sukuk Mudharabah I Mayora Indah Tahun 2008.

Untuk produk reksa dana, penghargaan diberikan kepada reksa dana I-Hajj Syariah Fund (periode 1 tahun dan 3 tahun) yang dikelola PT Insight Investment Management, BNP Paribas Pesona Amanah (periode 1 tahun dan 3 tahun) yang dikelola BNP Paribas Aset Management,  Sam Syariah Berimbang (periode 1 tahun) yang dikelola PT Samuel Aset Manajemen, dan Danareksa Syariah Berimbang (periode 3 tahun) yang dikelola Danareksa Investment Management.

Tokoh Syariah
Majalah  Investor bersama  Tim Juri Investor Best Syariah  Awards  2011 juga memberikan penghargaan kepada Tokoh Syariah.  Tiga tokoh ini mendapatkan penghargaan atas peran mereka dalam pengembangan industri keuangan syariah di Tanah Air tahun ini. Mereka adalah KH Dr HM Anwar Ibrahim, wakil ketua Dewan Syariah Nasional,  yang dinobatkan sebagai Tokoh Ulama Syariah 2011. Dr Muhammad  Syafii Antonio, pendiri STIE Tazkia, sebagai Tokoh Praktisi Syariah 2011. Dan, Prof Dr Suroso Imam Zadjuli, guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga, Surabaya, yang terpilih sebagai Tokoh Akademisi Syariah 2011.

Menurut Primus Dorimulu, direktur Berita Satu Media Holdings, pemeringkatan institusi dan instrumen  syariah  ini  merupakan yang keenam kali diadakan Majalah Investor. Dan tahun ini untuk yang ketiga kalinya Investor memberikan penghargaan  kepada Tokoh Syariah.

“Pemeringkatan bisnis dan produk syariah ini melengkapi pemeringkatan yang secara berkala  dibuat Litbang Majalah Investor, seperti di antaranya pemeringkatan emiten, bank, dan asuransi. Tujuannya, untuk membedakan penghargaan buat perusahaan konvensional dan khusus bisnis syariah,” ujar Primus Dorimulu.

Ia menjelaskan, penilaian kinerja keuangan institusi syariah sebagian besar mengacu pada penilaian institusi konvensional, namun beberapa  kriteria disesuaikan dengan parameter syariah. Misalnya, pada bank syariah, ada 17 kriteria yang digunakan untuk   penilaian kuantitatif, yaitu CAR, NPF (non performing finance), ROA (return on asset), ROE (return on equity), NIM (net interest margin), BOPO (biaya operasional berbanding pendapatan operasional), FDR (financing to deposit ratio),  pertumbuhan laba bersih satu tahun, pertumbuhan pembiayaan satu tahun, pertumbuhan dana masyarakat, pangsa dana masyarakat, rasio utilisasi pembiayaan, Persentasi Mudharabah dan Musyarakah. Porsi penerimaan dana ZIS (zakat, infaq, shadaqoh) terhadap laba bersih, dan porsi penyaluran dana Qardh terhadap aset.

Dalam pemeringkatan, digunakan data keuangan tahun 2010 dan 2011. Sebelum masuk proses pemeringkatan, dilakukan seleksi awal, hanya perusahaan atau unit  usaha serta cabang syariah yang beroperasi lebih dari 2 tahun, dan memiliki data lengkap yang diikutsertakan dalam pemeringkatan.

Khusus untuk obligasi digunakan parameter average yield, dan Altman Z-Score. Pemeringkatan untuk obligasi syariah dibagi menjadi dua bagian yaitu Obligasi Syariah Ijarah dan Obligasi Syariah Mudharabah.

Sedangkan untuk pemeringkatan reksa dana syariah ada tiga faktor yang menjadi  dasar dalam pemeringkatan ini, antara lain Risk Adjusted Return (yang diukur dengan menggunakan metode Sharpe Ratio). Reksa dana yang diperingkat adalah reksa dana saham syariah periode satu dan tiga tahun, reksa dana campuran syariah periode setahun dan tiga tahun, dan reksa dana pendapatan tetap periode setahun dan tiga tahun.

Tahun ini, tim juri  Investor Syariah Award terdiri atas Adiwarman Karim (Presdir Karim Business Consulting), Prof Dr Sofyan Syafri Harahap (Guru Besar Fakultas Ekonomi, Universitas Trisakti), Iggi Achsien (Pengamat Pasar Modal Syariah), dan Tati Febriyanti (Sekjen Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia).

Pemeringkatan institusi dan instrumen syariah menurut Sofyan Syafri Harahap menjadi salah satu pendukung pertumbuhan industri  keuangan syariah. “Dengan pemeringkatan ini  semua lembaga keuangan syariah akan berlomba membuktikan diri sebagai  lembaga yang berkontribusi mensejahterakan umat,” ungkapnya

Prudential Luncurkan Asuransi Penyakit Kanker

 

JAKARTA- Sebanyak 12 juta penduduk Indonesia terdiagnosa menderita penyakit kanker setiap tahunnya berdasarkan data Direktorat Jendral Pengawasan Penyakit dan Kesehatan Lingkungan pada 2010.

Melihat fenomena itu, PT. Prudential Life Assurance meluncurkan produk asuransi tambahan (Raider) bernama Pruearly Stage Crisis Cover.

“Ini bertujuan untuk menyediakan dukungan finansial kepada nasabah sejak terdiagnosa penyakit kritis pada tahap awal,” kata Presiden Direktur Prudential Indonesia, William Kuan, Jakarta, Senin (25/7).

Merujuk pada data World Health Organization (WHO) tahun 2008 lalu, kata dia, bahwa 36,1 juta orang meninggal dunia disebabkan oleh penyakit kritis seperti jantung, stroke, kanker dan diabetes.

Menurut dia, Pruearly Stage Crisis Cover adalah sebuah bentuk perlindungan yang menawarkan sejumlah manfaat finansial secepatnya setelah nasabah terdiagnosa pada 79 penyakit pada tahap awal penyakit kritis, tahap menengah sampai ke tahap lanjut.

“Apabila penyakit dapat diketahui dengan cepat dan melakukan perawatan dengan tepat, besar kemungkinan untuk dapat sembuh secara total,” tambah dia.

Dia menjelaskan, Prudential Indonesia terus berfokus memberikan manfaat dari serangkaian produk dan layanan terbaik di kelasnya untuk dapat memenuhi kebutuhan para nasabah dalam mencapai keamanan finansial seumur hidup.

“Dengan peluncuran produk tambahan ini, nasabah mendapatkan dukungan dan manfaat finansial yang tepat pada saat dibutuhkan sejak mereka terdiagnosa penyakit kritis,” katanya.

Sementara itu, Dokter dan Penulis buku bidang Kesehatan, Dr. Hendrawan Nadesul mengatakan masyarakat Indonesia rentan memiliki penyakit kronis karena dari pola dan menu makannya yang tidak baik.

“Pola dan menu makan yang tidak baik seperti banyak mengandung minyak dan lemak akan memicu penyakit kritis, dan penyakit itu sudah mulai merambah ke usia muda,” kata dia.

Dia menjelaskan, penyakit di Indonesia sudah mulai rawan, namun banyak masyarakat menunda pengobatan pada tahap awal, 80% masih jauh dari pengobatan dan 20% uang habis untuk pengobatan

Prudential raih Star Award 2011

Prudential Life dan Asuransi Jaya Proteksi Raih Star Award
Kamis, 7 Juli 2011 | 0:22

JAKARTA –PT Prudential Life Assurance (Asuransi Jiwa) dan PT Asuransi Jaya Proteksi (Asuransi Umum) menerima penghargaan khusus Star Award dari Majalah Investor karena berhasil mempertahankan posisi terbaik lebih dari lima tahun secara berturut-turut.

Penghargaan tersebut mereka terima dalam acara penganugerahan penghargaan Asuransi Terbaik 2011 versi Majalah Investor, di Ballroom, Four Season Hotel, Jakarta, Rabu (6/7) malam.

Selain penghargaan khusus Star Award, 10 perusahaan asuransi nasional meraih predikat Asuransi Terbaik 2011 versi Majalah Investor, masing-masing 5 asuransi jiwa, 4 asuransi umum dan satu reasuransi.

Pada kelompok asuransi jiwa, PT Prudential Life Assurance  berhasil meraih posisi terbaik untuk kategori aset di atas Rp  10 triliun. Pada kategori aset antara Rp 5 triliun sampai Rp 10 triliun, penghargaan diberikan kepada dua perusahaan asuransi, yakni PT AXA Mandiri Financial Services dan PT Indolife Pensiontama.

Dewan Juri menetapkan juara kembar pada kategori ini karena total nilai kedua perusahaan sama.

Sementara itu, PT Commonwealth Life berhasil mempertahankan posisi tahun lalu dengan meraih posisi terbaik pada kategori aset Rp 2,5 triliun sampai Rp 5 triliun, disusul PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha yang  meraih posisi terbaik untuk kategori aset di atas Rp 1 triliun hingga Rp 2,5 triliun.

Tidak seperti tahun lalu, tahun ini Dewan Juri memutuskan tidak memberikan penghargaan untuk kategori aset Rp 100 miliar sampai Rp 1 triliun dengan pertimbangan mayoritas perusahaan pada kelompok ini mengalami penurunan kinerja.

Pada kelompok asuransi umum, 4 perusahaan yang meraih penghargaan tahun ini berhasil mempertahankan prestasi yang dicapai tahun lalu.  PT Asuransi Adira Dinamika kembali meraih penghargaan  untuk kategori aset di atas Rp 1 triliun. Sedangkan PT Asuransi Jaya Proteksi  berhasil menjadi perusahaan asuransi terbaik untuk kategori aset antara Rp 500 miliar sampai Rp 1 triliun. Posisi terbaik untuk kategori aset Rp 250 miliar sampai Rp 500 miliar juga dipertahankan PT Asuransi Indrapura, sedangkan PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk kembali meraih posisi terbaik untuk kategori aset  antara Rp 100 miliar sampai Rp 250 miliar.

Sementara itu, pada kategori reasuransi,  PT Maskapai Reasuransi  Indonesia Tbk kembali mempertahankan prestasi tahun lalu sebagai Reasuransi Terbaik.

Kriteria Pemeringkatan
Ketua Dewan Juri Herris Simandjuntak mengatakan, pemeringkatan tahun ini  mengacu pada laporan keuangan publikasi tahun 2007 – 2010. Berdasarkan data-data tersebut, kemudian dilakukan perhitungan dan penilaian  berdasarkan kriteria yang disepakati untuk asuransi jiwa maupun asuransi umum.

“Penetapan asuransi terbaik mengacu pada data laporan keuangan hasil publikasi yang kemudian di peringkat berdasarkan kriteria pemeringkatan yang disepakati,” ujar Herris dalam penganugerahan penghargaan tersebut.

Pemeringkatan kali ini menggunakan 14 kriteria baik untuk asuransi umum, asuransi jiwa, maupun reasuransi. Kriteria untuk asuransi umum meliputi:
1. Pertumbuhan aset rata-rata 3 tahun (2007–2010)
2. Pertumbuhan jumlah investasi rata-rata 3 tahun (2007-2010)
3. Pertumbuhan ekuitas rata-rata 3 tahun (2007-2010)
4. Pertumbuhan premi penutupan langsung 3 tahun (2007-2010)
5. Pertumbuhan premi neto rata-rata 3 tahun (2007-2010)
6. Pertumbuhan hasil underwriting rata-rata 3 tahun (2007-2010)
7. Pertumbuhan hasil investasi rata-rata 3 tahun (2007-2010)
8. Pertumbuhan laba bersih rata-rata 3 tahun (2007-2010)
9. Pangsa pasar premi neto tahun 2010
10. Rasio underwriting terhadap premi neto 2010
11. TATO (Total Aset Turn Over) 2010
12. ROA (return on assets) 2010
13. ROE (return on equity) 2010
14. RBC (risk based capital) 2010.

Sementara itu, 14  kriteria untuk asuransi umum, mayoritas sama dengan asuransi jiwa, kecuali kriteria pertumbuhan premi penutupan langsung 3 tahun (2007-2010) yang khusus berlaku untuk asuransi umum. Lalu pertumbuhan hasil underwriting 3 tahun (2007-2010) dan rasio underwriting terhadap premi neto yang berlaku untuk asuransi umum dan reasuransi.  Sedangkan kriteria pertumbuhan premi bruto 3 tahun khusus berlaku untuk reasuransi.

Tidak semua perusahaan asuransi ikut diperingkat. Ada sejumlah perusahaan tidak lolos seleksi awal  berdasarkan persyaratan yang ditetapkan Dewan Juri.  Seleksi  awal meliputi:
1. Laporan keuangan  2010 yang dipublikasi harus sudah diaudit
2. Laporan keuangan 2010 tidak mendapat opini disclaimer
3. RBC minimal  120%
4. Masih beroperasi hingga pemeringkatan ini dibuat
5. Tidak dalam status PKU (pembatasan kegiatan usaha) oleh Departemen Keuangan
6. Tidak dalam kondisi khusus (run off, masa transisi, dll)
7. Ekuitas minimal Rp 50 miliar
8. Aset asuransi umum tahun 2010 di atas Rp 100 miliar
9. Aset asuransi jiwa tahun 2010 di atas Rp 1 triliun
10. Tidak menderita rugi tahun 2010
11. Data lengkap.

Berdasarkan seleksi awal itu, ada 20 perusahaan asuransi jiwa dan 37  asuransi umum yang tidak lolos seleksi awal.

Selain itu, ada 3 perusahaan asuransi jiwa syariah tidak ikut diperingkat dengan pertimbangan tidak selaras diperingkat bersama asuransi non-syariah.

Dengan demikian, yang bisa diperingkat sebanyak 74 perusahaan, masing-masing 4 perusahaan reasuransi, 48 dari 87 asuransi umum dan 22 dari 45 asuransi jiwa

Rp.17000 Save Your Family

TAHUKAH ANDA BAHWA DENGAN UANG Rp. 17.000/Hari BISA MENYELAMATKAN KELUARGA ANDA??

05d0aecdf9f2ac8eApalah artinya uang Rp. 17.000/Hari bagi anda??? Mungkin saat anda menikmati santap siang cepat saji di sebuah mall, anda berpikir bahwa uang Rp. 17.000 tidaklah begitu berarti, anda bisa menikmati satu paket santap siang cepat saji di sebuah Restoran Jepang yang ternama. Kita rela bayar biaya lebih dari Rp 20 ribu rupiah buat bayar iuran keamanan kompleks untuk bayar satpam yang bertugas mengamankan rumah kita, kita pun rela mengikuti arisan yang jumlahnya bisa ratusan ribu per bulan.
Namun, tidakkah anda tahu bahwa ternyata dengan uang Rp. 17.000/Hari yang anda kumpulkan bisa menyelamatkan keluarga anda.

Ya, dengan membayar Premi sebesar Rp 17.000/Hari atau setara dengan Rp. 500.000/Bln maka hidup keluarga anda terjamin, karena dengan berasuransi, berarti anda telah menyelamatkan Istri & Anak anda dari keterpurukan apabila resiko paling buruk terjadi pada anda.

Asuransi diciptakan untuk menyelamatkan mereka yang kemungkinan besar akan terpuruk kondisi finansialnya ketika pencari nafkah, atau tulang punggung dalam keluarga mendapatkan suatu resiko (sakit, cacat tetap total atau meninggal).

Meski sebagian besar orang tahu bahwa ia harus mengurangi risiko kehidupan itu, namun belum banyak orang yang bersedia berpikir ke arah sana. Atau kalaupun bersedia, belum tahu bagaimana caranya dan dengan apa. Di situlah peran utama asuransi. Masih sedikit orang yang “melek” terhadap asuransi, bahkan di kalangan yang sebenarnya memiliki kemampuan ekonomi untuk ikut dalam program perlindungan risiko tersebut. Bagi sebagian orang, asuransi dipandang kurang memberi manfaat karena biaya yang harus mereka keluarkan bisa mereka kelola sendiri dan berpotensi mendapatkan keuntungan lebih besar.

Sebagian lagi malah menganggap asuransi itu seperti judi. Padahal, perbedaannya sangat terang benderang. Dalam judi, orang dihadapkan pada satu dari dua kemungkinan, menang atau kalah. Untung atau rugi. Orang yang berjudi adalah orang yang mencari risiko dan mengambil risiko itu untuk dirinya. Sementara orang yang berasuransi adalah orang yang menghindari risiko. Filosofi asuransi, berbeda dari judi. Filosofi asuransi adalah memberikan dukungan (finansial) tatkala seseorang atau lembaga mengalami kehilangan (barang, jasa, kesempatan, hingga nyawa) atau kerugian. Kalau judi bersifat menciptakan risiko dengan mencari keuntungan (dengan risiko yang sama besar akan mendapatkan kerugian), maka asuransi tidak bersifat mencari keuntungan (finansial) tetapi mengurangi dan menghindari risiko.

Sebuah contoh dalam sebuah keluarga bahagia, Seorang Ayah, berpenghasilan Rp. 5 Jt/Bln, sementara sang Istri tidak bekerja atau Full Time Ibu Rumah tangga yang sibuk mengurus ke 2 buah hatinya. Sang Ayah memberikan penghasilannya tersebut kepada sang istri untuk mengelola keuangan keluarga mereka & untuk kehidupan sehari-hari. Jika kita hitung penghasilan ayah yang Rp. 5 Jt/Bln maka dalam Setahun si Ayah memiliki penghasilan Rp. 60 Jt/Tahun atau bisa disebut bahwa ini adalah Nilai Ekonomis si Ayah dalam setahun.

Apabila dalam keluarga tersebut si Ayah (sebagai pencari Nafkah) tidak memiliki Asuransi, apa yang akan terjadi jika Si Ayah di Panggil Tuhan, sementara si Ibu tidak lagi bekerja ? Hal ini berarti Si istri harus kehilangan Rp. 5 Jt/Bln, Mau tidak Mau Isri harus mengambil tabungan sebagai penyambung hidup, namun bagaimana Jika tabungan tersebut habis?? Atau Bagaimana jika ternyata mereka tidak memiliki tabungan?? Haruskah kita rela melihat anak-anak kita harus putus sekolah? Haruskah kita rela bila si Istri harus membanting tulang untuk dapat tetap melanjutkan hidup & berjuang demi anak-anaknya seorang diri?

Tapi lain halnya jika si Ayah memiliki sebuah Polis Asuransi Jiwa, Maka apabila Si Ayah harus di Panggil Tuhan, Si istri tidaklah perlu khawatir akan masa depan dia & Anak-anaknya, karena Polis Asuransi Jiwa dapat menggantikan Nilai Ekonomis si Ayah. Jadi jelaslah bahwa Asuransi Jiwa bukan menggantikan Jiwa si Ayah, karena tidak ada satu pun yang mampu menggantikan jiwa seseorang, tapi Asuransi Jiwa bisa menggantikan Nilai Ekonomis keluarga tersebut.

Terbiasakanlah untuk menyisihkan uang anda, awalnya memang akan sangat sulit melakukan ini, tapi jika dibiasakan tentu akan menjadi mudah dan Anda pasti bisa jika anda peduli terhadap keluarga anda. Jika hal ini rutin anda lakukan tiap bulan, maka saat anda sudah tak mampu bekerja lagi, tabungan investasi anda mungkin sudah mampu membiayai kehidupan anda. Sederhana bukan..?

Jadi apakah anda masih sulit untuk menyisihkan uang anda demi keluarga anda?? So, milikilah asuransi untuk memberikan JAMINAN keuangan pada anak, istri dan orang-orang yang Anda cintai.

Asuransi Terbaik

https://i2.wp.com/www.lintasberita.com/mediabig/851096cb56aefd8af8d80872e3f7b74b.jpg

Sepuluh perusahaan asuransi nasional meraih predikat Best Insurance 2010 versi Majalah Investor, masing-masing lima asuransi jiwa, empat asuransi umum dan satu reasuransi. Satu dari 10 perusahaan tersebut meraih penghargaan tambahan sebagai Five Consecutive Years karena berhasil menjadi asuransi terbaik selama 5 tahun berturut-turut.

Ketua Dewan Juri Herris Simanjuntak mengatakan, pemeringkatan tahun ini mengacu pada laporan keuangan tahun 2006 – 2009. Dari data-data tersebut kemudian dilakukan perhitungan dan penilaian berdasarkan kriteria yang disepakati untuk asuransi jiwa maupun asuransi umum.

“Untuk memperkuat hasil penilaian, dilakukan jajak pendapat dari kalangan broker asuransi. Perusahaan yang terpilih dalam jajak pendapat ini sekaligus dianugerahi penghargaan khusus,” ujar Herris dalam penganugerahan penghargaan Best Insurance 2010 versi Majalah Investor di Kempinski Grand Ballroom, Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (1/7).

PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) berhasil mempertahankan piala bergilirStar Performer Award” untuk tahun 2010 ini dengan perolehan aset tertinggi dibandingkan perusahaan asuransi lainnya. Tahun sebelumnya, Prudential juga meraih penghargaan “Golden Award” atas prestasinya menjadi perusahaan asuransi terbaik selama tujuh tahun berturut-turut.

Selain penghargaan tersebut, Prudential juga mendapatkan penghargaan dalam kategori perusahaan asuransi jiwa terbaik untuk kategori aset di atas Rp 10 triliun.

Senior Vice President Director Prudential Indonesia William Kuan mengatakan, perseroan berhasil mempertahankan pertumbuhan yang progresif pada awal 2010 ini baik dari pendapatan premi, bisnis baru, aset dan dana kelolaan. Hal ini menjadi momentum yang sangat baik bagi Prudential Indonesia untuk bergerak maju tahun ini.

Adapun untuk total pendapatan premi Prudential sampai kuartal I 2010 mencapai Rp 2,1 triliun atau naik 34,76% dari kuartal I 2009. Sedangkan, total pendapatan premi syariah Prudential sampai akhir Maret 2010 tercatat sebesar Rp 263 miliar atau naik 47%.

Selain Prudential sepuluh perusahaan asuransi nasional yang meraih predikat Asuransi Terbaik 2010 terdiri dari lima asuransi jiwa, empat asuransi umum, dan satu reasuransi. Adapun, satu dari 10 perusahaan tersebut meraih penghargaan tambahan Five Consecutive Years karena berhasil menjadi asuransi terbaik selama lima tahun berturut-turut.

Untuk kategori asuransi jiwa, PT Asuransi Jiwa Sinarmas meraih posisi terbaik pada kategori aset di atas Rp 5-10 triliun. Selanjutnya, PT Commonwealth Life untuk kategori aset di atas Rp 2,5-5 triliun, dan PT BNI Life Insurance meraih nilai tertinggi untuk kelas aset di atas Rp 1-2,5 triliun, serta PT Asuransi CIGNA untuk kategori aset Rp100 miliar sampai Rp 1 triliun.

Pada kelompok asuransi umum, PT Asuransi Adira Dinamika meraih posisi teratas untuk kategori aset di atas Rp 1 triliun. Posisi terbaik untuk kategori aset Rp 500 miliar-Rp1 triliun diraih PT Asuransi Jaya Proteksi yang sekaligus meraih Five Consecutive Years karena berhasil meraih penghargaan lima tahun berturut-turut.

PT Asuransi Indrapura meraih posisi terbaik untuk kelompok aset di atas Rp 250-500 miliar, PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk terbaik untuk kategori aset di atas Rp 100-250 miliar. Serta, untuk kategori reasuransi, posisi teratas diraih PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk.

Tambah Harris, Majalah Investor di tahun ini juga memberikan penghargaan khusus untuk tiga perusahaan asuransi, yakni kepada PT Jamsostek atas kategori perusahaan asuransi sosial terbaik dari sisi inovasi, PT Avrist Assurance atas asuransi jiwa dengan kualitas pelayanan terbaik, dan PT Chartis Insurance Indonesia atas asuransi umum dengan kualitas pelayanan terbaik.

Inilah Sepuluh Asuransi terbaik yang memperoleh penghargaan Best Insurance 2010 versi Majalah Investor

Asuransi Terbaik